CARA PINTER BIKIN FILM DOKUMENTER PDF

Bermula dari film-film propaganda perang hingga gemilang di festival film berkelas dunia, dunia perfilman Korea telah melewati banyak jatuh bangun yang terikat erat dan sama melelahkannya dengan sejarah bangsa itu sendiri—mulai dari pendudukan Jepang antara , Perang Dunia II, Perang Korea , dan tahun-tahun represif oleh pemerintahan militer. Di awal Oktober , gambar bergerak ditayangkan untuk publik di Jingogae, Bukchon, di sebuah barak kecil yang dipinjam dari orang Cina pemiliknya selama tiga hari. Karya yang ditayangkan meliputi film-film pendek dan dokumenter yang diproduksi oleh Pathe Pictures dari Prancis. Penayangan film untuk publik tercatat pada surat kabar Hwangseong sinmun tahun Di tahun yang sama, bioskop pertama Korea dengan nama Dongdaemun Motion Picture Studio pun dibuka dan disusul oleh bioskop The Dansung-sa Theatre di Seoul, empat tahun kemudian.

Author:Zolojin Mataur
Country:Dominica
Language:English (Spanish)
Genre:Photos
Published (Last):13 April 2011
Pages:144
PDF File Size:9.12 Mb
ePub File Size:5.40 Mb
ISBN:242-3-57613-199-3
Downloads:62808
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Gagis



Bagi Anda yang mengenal VR tentunya sudah banyak tahu tentang bagaiaman teknologi di dalamnya bisa bekerja dengan beragam cara yang membuat decak kagum.

Namun ternyata seiring perkembangannya menjadi luar biasa. Sebuah jaringan radio dan televisi dari Korea Selatan, yang bernama Munhwa Broadcasting Corporation telah mengeluarkan sebuah film pendek dokumenter yang berjudul I Met You.

Pada film tersebut ditunjukkan kalau perusahaan memanfaatkan Virtual Rality dengan teknologi umpan balik yang bisa mempertemukan Jang Ji0-sung dengan Nayeon, putrinya yang meninggal sejak tahun lalu di usia 7 tahun. Dalam tayangan tersebut ditampakkan sebuah interaksi sederhana dengan pengalaman sendiri yang cukup singkat namun memberikan efek emosional yang dalam bagi sang ibu. Reuni virtual tersebut membuat sang ibu bisa bertemu dengan anaknya.

Video yang berdurasi sekitar 10 menit tersebut mempertontonkan ketika Jang Ji-sung berada di studio berlayar hijau besar dengan memakai headset HTC Vive Pro serta sebuah peralatan yang berupa sarung tangan haptic dengan teknologi Vive Trackers.

Namun begitu, dalam pandangan Virtual Reality yang dilihat sang ibu ternyata muncul Nayeon dalam tampilan 3D yang sudah didesain secara cermat oleh para insinyur teknologi VR.

Sesaat setelah model digital muncul, Jang tak pelak menangis haru karena dia merasa bisa merangkul anaknya yang sudah tiada tersebut. Terus terang, adegan ini adalah yang sangat membuat hati siapapun tersentuh menyaksikannya, karena Nayeon tampak begitu realistis dan detail.

Bahkan mereka mengaplikasikan sebuah model anak yang bisa menangkap gerak dengan gerakan yang realistis lewat sensor penangkapan gerak. Dia kaakan bertemu langsung dengan Nayeon yang dengan senyumnya mulai memanggil Jang Ji-sung.

Baginya momen tersebut adalah waktu yang paling bahagia. Dia pun bisa mengulurkan tangan dan bergandengan dengan putrinya tersebut, hingga pada titik waktu tertentu reuni VR diubah secara program menjadi pesta ulang tahun masih dalam konsep Realitas Virtual.

Perayaan yang dilengkapi dengan dekorasi kue, balon sampai beragam perhiasan warna warni sehingga semarak. Kedua ibu dan anak tersebut lalu saling berhadapan duduk di meja warna putih sembari makan sup rumput laut sebelum menyalakan lilin yang ada di atas kue. Uniknya, Nayeon mengatakan kepada sang ibu untuk tidak menangis, bayangkan saja itu adalah hal yang sangat mustahil baginya saat itu. Walaupun teknologi dalam pertemuan virtual tersebut masih dalam proyek masa pertumbuhan namun bisa kita lihat bersama bahwa teknologi jaman sekarang sudah sampai sejauh itu.

Jika dimanfaatkan oleh tim yang tepat dengan tujuan teretentu yang diinginkan seperti proses reuni ibu dan anak tersebut, dengan memanfaatkan pelbagai perangkat keras dan lunak yang dibalut dalam Realitas Virtual menjadikan impian seorang ibu untuk bertemu putrinya yang sudah tiada bisa terwujud.

Saya pikir ini adalah sebuah terobosan teknologi yang sangat luar biasa, dan kita tunggu kelanjutannya bakal seperti apa perkembangan teknologi Virtual Reality saya yakin bakal lebih pesat lagi, terlebih ketika sudah makin banyak orang paham menggunakan VR.

Bermula dari Shinta VR, yang digawangi oleh beberapa anak muda berpotensi dengan keahlian di dalam pengembangan konten Virtual Reality telah menghasilkan sebuah karya berupa software cloud-computing yang dinamakan Millealab.

Tujuan dari diciptakan teknologi seperti itu guna membantu para pengajar dalam membuat bahan pengajaran berbasi Virtual Reality mereka masing-masing, tanpa melewati proses coding atau memerlukan PC dengan spek yang super. Hal tersebut normal terjadi sebagai bagian dari revolusi Virtual Reality yang pesat belakangan ini. Hingga sekarang Millealab sudah diakses paling tidak 35o sekolah dan telah dilatih sejumlah lebih dari guru-guru di Indonesia dengan cara roadshow yang dilakukan sejak Mei Dengan program tersebut telah terbukti bahwa seorang gurupun dapat membuat konten bahan ajaran dengan menggunakan Realitas Virtual secara mudah.

Cukup dengan waktu pembelajaran hanya 2 jam saja mereka sudah bisa membuat konten sendiri. Disebutkan salah satu fitur utama Millealab adalah bisa membuat konten secara mandiri dengan metode drag and drop sekaligus interaksi apa yang ingin dikehendaki dalam program VR nya.

Selain bahan ajaran, para guru juga bisa memanfaatkan Millealab untuk membuat kuis bagi siswanya yang mana hasil nya bisa diperoleh secara realtime, wow keren ya! Tak hanya itu, baru-baru ini Millealab juga menyelenggarakan kompetisi yang terbuka bagi seluruh pengajar guru di Indonesia, dalam tajuk acara Edutech Epo dan berlokasi di Jakarta Convention Centre.

Kebetulan periode perdana sudah dibuka masa registrasinya sejak 20 Januari dan batas akhir 20 Februari Adapun komposisi tim yang menjadi peserta adalah perwakilan dari satu sekolah terdirri atas satu murid dan dua orang guru. Nantinya setelah para pendidik tersebut mendaftar akan langsung di briefing sebulan penuh melalui MOOC.

Kemudian tim tersebut mulai uji coba konten VR hasil buatan mereka ke dalam kelas target, dengan demikian akan menghasilkan presentasi dan essay berbasis HOTS High Order Thinking Skill.

Diharapkan oleh Andes, pelaksaanan kompetisi seperti itu bisa membuat pionir guru ahli VR yang turut mengmbangkan sistem pendidikan di Indonesia khususnya melalui teknologi VR. Karena dia meyakini para pengajar di Indonesia memiliki daya saing cukup tinggi dan penerapan metode yang efektif untuk menyesuaikan pola belajar generasi Z.

Tadi sudah dikatakan sebelumnya jika periode perdana kompetisi dibuka pendaftaran dan pelatuhan dari bulan Januari-April Sedangkan untuk periode kedua rencananya akan dibuka bulan Juli -Oktober mendatang.

Kalau mau menilik informasi selengkapnya mengenai event ini dapat mengakses langsung website resmi dan instagram nya Millelab. Karena dalam pelaksanaan kompetisi seperti ini bakalan banyak pihak yang memiliki kepedulian untuk memajukan pendidikan di negara kita yang digandeng guna terciptanya sistem pembelajaran yang lebih baik tentunya.

Kecanggihan teknologi yang makin modern belakangan ini melaju begitu pesat, salah satu hal yang tak luput adalah Virtual Reality atau yang biasa disingkat menjadi VR. Dengan menghadirkan sebuah interaksi dengan benda atau lingkungan tertentu yang melewati proses simulasi berdasarkan komputerisasi, VR bisa membuat seseorang serasa berada di lingkungan tersebut.

Bahkan lingkungan yang masih dalam batas imajinasi. Sebagian besar orang mengenal teknologi VR ini sebagai bagian dalam sebuah game online. Namun yang terjadi adalah bisa melihat tampilan bak di bioskop, hebatnya lagi setiap menolehkan kepala pemandangan sekeliling pun bisa dinikmati.

Sebagai contoh nih, jika sedang melihat melalui VR dimana tampilannya seorang wanita. Maka bisa dilihat seluruh tampilan tubuh simulasi komputer berbentuk wanita tersebut. Bisa cek kakinya, tangan, perut, rambut dll yang mana yang pengen dilihat, hehe… Tapi perkembangan teknologi VR tidak sampai disitu.

Dia katakan kalau dengan memakai VR, kita bisa berada di TKP dan bisa melihat-lihat serta seseorang dalam simulasi VR tersebut akan berjalan mendekat ke arah kita. Sebenarnya perkembangan video VR bertemakan dewasa ini sudah mulai berkembang sejak tahun Dimana salah satu situs agregator film khusus dewasa online paling besar di dunia mulai memanfaatkan fitur ini.

Terbukti dengan lonjakan visitor yang signifikan sejak satu tahun kemunculannya. Bahkan diprediksi, bisnis VR khusus dewasa ini bakal jadi bisnis menjanjikan di masa mendatang.

Sebenarnya tidak bisa dijawab dengan pasti, karena ada dua sisi mata uang yang terjadi. Satu sisi akan merusak namun di sisi lain sebagai sebuah terapi bagi mereka yang memiliki masalah di ranjang dan kesepian. Belum lagi pertimbangan poin mendasar lainnya apakah dengan gambar riil dari VR ini akan membuat sebagian besar pria menyerah pada hal yang nyata?

Padahal jika dibandingkan dengan naturalnya dalam berhubungan tentu saja sensasinya lebih grengg yang benar-benar sesuai kenyataan ketimbang di dunia VR. Terlebih sekarang banyak pria yang menggunakan suplemen atau produk herbal seperti FOREDI yang bermanfaat untuk menambah durasi sehingga sensasi nya semakin maksimal.

Namun demikian tak bisa dipungkiri juga keberadaan VR khusus hiburan dewasa ini semakin kesini makin banyak peminat nya karena berdasarkan sebuah penelitian diperoleh hasil bahwa VR bisa mendongkrak intensitas emosional dan empati pada pemainnya. Sembari menunggu perkembangan teknologi VR yang demikian cepat, tentunya ada kemungkinan tahun mendatang akan tiba masanya sebuah teknologi yang mana kita tak dapat membedakan dari sesuatu yang nyata.

Yaitu tentang resiko dan kesenangannya. Selain itu sangat dimungkinkan terciptanya dunia online yang imajiner dan interaktif tampak begitu riil. Apapun itu, setiap manusia tentunya dibekali oleh hati, akal dan pikiran yang lebih ketimbang makhluk ciptaan Tuhan yang lainnya. Dan dengan kecerdasan yang dimiliki oleh manusia perkembangan teknologi akan selalu berjalan tinggal bagaimana cara dari masing-masing pribadi untuk memanfaatkan teknologi bagi kebaikan atau sebaliknya.

Kalau Anda sebelumnya sudah pernah melihat film dengan judul Ready Player One, tentu saja bisa membayangkan betapa canggihnya teknologi VR pada masa mendatang. Terlebih di film itu, hampir semua aktifitas sehari-hari dilakukan melalui instrumen alat Realitas Virtual. Btw gak nyangka ya, dari awal sejarah hadirnya Virtual Reality hingga faktanya di zaman sekarang sudah banyak bisa kita lihat canggihnya teknologi yang berada di film tersebut benar-benar ada, diantaranya:.

Kalau selama ini, kebanyakan film yang beredar baru bisa ditonton di bioskop dengan satu sudut pandang atau peralatan elektronik lainnya maka dengan makin berkembangnya sistem teknologi Virtual Reality bisa mendorong kemunculan film dalam format 3D yang lebih banyak dan tambah seru tentunya.

Pasalnya dengan sudut pandang yang beragam, penonton tidak hanya melihat di satu sisi, bahkan bisa melihat adegan di sekitar sehingga bisa ditantang berpikir kira-kira kemana arah adegan klimaksnya. Selama in pastinya kita sering dimanja oleh aplikasi peta seperti Google Maps, dengan fitur street viewnya agar bisa melihat tempat-tempat mempesona di seluruh dunia.

Namun berkat teknologi VR yang semakin canggih, tentunya akan membuat kita benar-benar berasa di tempat, berjalan-jalan di tempat tersebut dan semuai itu dilakukan dari rumah saja. Khusus yang satu ini memang perkembangannya sangat pesat, yup bener sekali, Video Game! Ini adalah industri besar yang mana dengan hadirnya teknologi VR akan menambah pengalaman bermain game yang lebih lagi. Bukan tak mungkin seiring dengan teknologinya yang makin di optimalkan kelak kemudian hari pengalaman yang dirasakan tidak hanya dengan mata tapi juga dengan gerakan kinetik seperti kaku dan tangan.

Sudah bisa dibayangkan serunya bermain game FPS dengan menggunakan perangkat VR yang melibatkan gerak tubuh? Sabar ya, saat ini sedang dikembangkan. Bagi mereka yang ingin jadi dokter bedah, berbahagialah! Karena saat ini prosedur latihan membedah dengan menggunakan manusia sungguhan bisa lebih banyak dibantu dengan teknologi bedah yang bisa mensimulasi situasi dan proses pembedahan agar lebih aman. Dengan hadirnya teknologi VR pun kini bisa diperuntukkan bagi mereka yang ingin melakukan simulasi dalam mengendarai kendaraan sebelum benar-benar mencobanya di medan sesungguhnya.

Ambil contoh, seperti simulasi sepeda motor, mobil bahkan sampai ke pesawat terbang bisa dijajal dengan simulasi VR ini, dan asyikya dalam simulasi tersebut dibuat benar-benar realistis sehingga berbekal pengalaman yang ada bisa lebih baik diaplikasikan di kondisi riil nya. Berolahraga pun bisa dilakukan bersama kecanggihan teknologi Virtual Reality ini, sebut saja olahraga tenis, jogging atau memanah bisa dilakukan dengan peralatan yang mendukung antar muka VR.

Tentunya jika semakin berkembang nanti bisa dilengkapi lagi menggunakan alat yang bisa mendeteksi gerak supaya pengalaman simulasi benar-benar terasa makin nyata. Layaknya menjelajahi berbagai tempat menatik di dunia, dengan teknologi VR ini pula bisa dipakai guna megeksplorasi dunia perlautan di dalam samudera hingga keluar angkasa. Bisa mulai dibayangkan bukan betapa indah dunia dan alam semesta ciptaan Tuhan ini dari balik perangkat Realitas Virtual dan dari rumah saja?

Sip, itu tadi beberapa macam contoh pengaplikasian teknologi bidang Virtual Reality yang hingga saat inipun masih dikembangkan untuk semakin lebih baik lagi.

Kita tunggu aja ya perkembangan selanjutnya. Di jaman serba canggih dan modern ini, sewaktu Anda mendengarkan Virtual Reality mungkin akan terbayang pada sebuuah headset VR yang compact termasuk diantaranya aplikasi dalam PC yang mulai kompatibel dengan penggunaan VR. Virtual Reality, atau disebut dengan bahasa Indonesia sebagai Realitas Virtual memiliki cerita yang luas dimana konsep tersebut sebenarnya sudah ada sejak tahun an, wow!

Mau tahu cerita selengkapnya bagaimana teknologi VR ini berevolusi? Sebaiknya Anda tetap menyimak artikel ini hingga tuntas. Sungguh ajaib karena ada yang sudah mulai memikirkan hal seperti ini lebih dari 85 tahun yang lalu dimana ada seseorang bernama Stanley G. Weinbaum yang menggagas sebuah permainan berbasi kacamata dimana individu pemakai bisaa nonton cerita maya. Meskipun di tahun tersebut masih sulit diwujudkan tapi tentu saja dengan semakin majunya peradaban dan termasuk teknologi yang makin canggih akan terwujud semakin dekat, walaupun beberapa dekade setelahnya.

Setelah 3 dekade dari ide mengenai Ralitas Virtual dicanangkan, seorang bernama Ivann Sutherland mewujudkan konsep yang digagas tersebut dalam kemunculan headset VR perdana yang dipakai dalam aplikasi militer.

Dimana alat tersebut dipakai untuk dihubungkan ke platform kontrol gerakan yang ditujukan sebagai alat guna melatih penerbangan, situasi dalam pertempuran dll. Hal tersebut untuk melatih skill dan pengalaman bagi personil militer yang dilatih agar memiliki kesiapan sebelum masuk ke medan sesungguhnya. Peralatan VR untuk dunia militer masih terus dikembangkan hingga sekarang memiliki tingkat kecanggihan yang super. Mulai memasuki abad ke 20, teknologi Virtual Reality mulai dikembangkan untuk masuk ke area simulasi game seperti arcade, bahkan Nintendo mendeklarasikan pemakaian sistem VR rumah pertama dengan mengeluarkan gadget bernama Virtual Boy.

Tak ketinggalan Sega juga mengeluarkan headset untuk konsol Sega Genesisnya di tahun Namun sayangnya kedua nya tidak terlalu besar mendulang kesuksesan, karena desain dan fitur masih terlalu minim tidak seimbang dengan harga yang mahal.

DOS CANIBAIS MICHEL DE MONTAIGNE PDF

IWILL P4E PDF

Bagi Anda yang mengenal VR tentunya sudah banyak tahu tentang bagaiaman teknologi di dalamnya bisa bekerja dengan beragam cara yang membuat decak kagum. Namun ternyata seiring perkembangannya menjadi luar biasa. Sebuah jaringan radio dan televisi dari Korea Selatan, yang bernama Munhwa Broadcasting Corporation telah mengeluarkan sebuah film pendek dokumenter yang berjudul I Met You. Pada film tersebut ditunjukkan kalau perusahaan memanfaatkan Virtual Rality dengan teknologi umpan balik yang bisa mempertemukan Jang Ji0-sung dengan Nayeon, putrinya yang meninggal sejak tahun lalu di usia 7 tahun. Dalam tayangan tersebut ditampakkan sebuah interaksi sederhana dengan pengalaman sendiri yang cukup singkat namun memberikan efek emosional yang dalam bagi sang ibu.

LTE RRC SPEC PDF

Navigasi tulisan

I will be true Starting today, I will be learning "proper wife etiquette" here. I will be more careful from now on. I will be the lantern champion again this year. I will be so glad when Trevor gets back from sergeant school.

ESMRMB 2012 PDF

.

JARDIEL PONCELA LOS HABITANTES DE LA CASA DESHABITADA PDF

.

Related Articles